Tuesday, November 4, 2014

Kalimat Efektif

A. Pengertian Kalimat Efektif

adalah kalimat yang mengungkapkan pikiran atau gagasan yang disampaikan sehingga dapat dipahami dan dimengerti oleh orang lain.

B. Contoh Kalimat Efektif

Contohnya dibagi berdasarkan ciri-ciri kalimat efektif itu sendiri:

1. Kesepadanan
Suatu kalimat efektif harus memenuhi unsur gramatikal yaitu subjek, predikat, objek dan keterangan. Di dalam kalimat efektif harus memiliki keseimbangan dalam pemakaian struktur bahasa.
Contoh:
Amara pergi ke sekolah, kemudian Amara pergi ke rumah temannya untuk belajar. (tidak efektif)
Amara pergi ke sekolah, kemudian kerumah temannya untuk belajar. (efektif)
2. Kecermatan dalam Pemilihan dan Penggunaan Kata
Dalam membuat kalimat efektif jangan sampai menjadi kalimat yang ambigu (menimbulkan tafsiran ganda)
Contoh:
Mahasiswi perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah (tidak efektif)
Mahasiswi yang kuliah di perguruan tinggi yang terkenal itu mendapatkan hadiah. (efektif)
3.Kehematan
Kehematan dalam kalimat efektif maksudnya adalah hemat dalam mempergunakan kata, frasa atau bentuk lain yang di anggap tidak perlu, tetapi tidak menyalahi kaidah tata bahasa.
Contoh:
Karena ia tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama belajar di rumahku. (tidak efektif)
Karena tidak diajak, dia tidak ikut belajar bersama di rumahku. (efektif)
4. Kelogisan
Bahwa ide kalimat itu dapat dengan mudah dipahami dan penulisannya sesuai dengan ejaan yang berlaku.
Contoh:
Untuk mempersingkat waktu, kami teruskan acara ini. (tidak efektif)
Untuk menghemat waktu, kami teruskan acara ini. (efektif)


C. Hal-Hal yang Berhubungan dengan Kalimat Efektif
Hal yang berhubungan dengan kalimat efektif adalah Alinea. Alinea adalah satu kesatuan pikiran, satu kesatuan yang lebih tinggi dari sebuah kalimat .
Alinea merupakan himpunan yang saling berkaitan untuk membuat sebuah gagasan dari sang penulis. Dari pembentukan sebuah alinea harus mempunyai tujuan dimana sang penulis harus menceritakan idenya kedalam suatu cerita dan menegaskan perhatian secara wajar diakhir kalimat.


Syarat-syarat pembentukan Alinea :
1. Kesatuan: Semua kalimat yang mendukung alinea secara bersama-sama mendukung sebuah ide.
2. Koherensi: Saling berhubungan sebuah kalimat dengan kalimat lainnya yang membentuk sebuah alinea.
3. Pengembangan: Sebuah alinea memiliki pengembangan gagasan/ide dengan menggunakan kalimat pendukung.
4. Efektif: Dengan penggunaan kalimat yang efektif, maka ide akan disampaikan secara tepat.

Pola Pengembangan Alinea :
a. Alinea deduktif : Kalimat utamanya terdapat pada bagian awal kalimat.
b. Alinea induktif : Kalimat utamanya terdapat pada bagian akhir kalimat.
c. Alinea campuran : Kalimat utamanya terletak di awal dan ditegaskan kembali pada bagian akhir.
d. Alinea diskriptif : Kalimat utama yang tersirat pada seluruh kalimat di paragraph tersebut.

Disetiap alinea pasti ada kalimat yang saling berhubungan dengan kalimat lainnya. Maka pada saat melakukan penulisan, kita harus memiliki dua buah kalimat penting yaitu kalimat utama dan kalimat penjelas.


-Kalimat Utama
Biasanya kalimat utama diletakkan pada awal kalimat, tetapi kalimat utama bisa diletakkan ditengah maupun diakhir kalimat. Kalimat utama adalah kalimat inti dari sebuah gagasan yang berisi sebuah pernyataan dan akan dijelaskan oleh kalimat penjelas.


-Kalimat Penjelas
Kalimat Penjelas adalah kalimat yang memberikan penjelasan ide dari kalimat utama suatu paragraph.


· Jenis-jenis alinea berdasarkan letak ide pokok
Ide Pokok memiliki berbagai ciri-ciri. Ciri-ciri Ide Pokok antara lain sebagai berikut:


a.Berupa pikiran utama atau gagasan utama.
b.Mengandung pokok persoalan atau inti persoalan.
c.Letak ide pokok di awal paragraf(deduktif),akhir paragraf(induktif),awal dan akhir paragraf(deduktif-induktif),dan menyebar diseluruh kalmat(paragraf narasi dan deskripsi).
d.Dinyatakan secara eksplisit dalam kalimat utama atau kalimat topik.
e.Ide pokok dituangkan dalam satu kalimat dan kalimat tersebut disebut juga kalimat utama.
f.Biasanya kalimat utama dapat diidentifikasi dengan mudah.Kata kunci yang menunjukan


kalimat utama antara lain sebagai berikut:
~ Sebagai kesimpulan……, ~ Dengan demikian……,
~ Yang penting………., ~ Intinya………,
~ Jadi………., ~ Pokoknya………,


Berikut adalah macam macam paragraf menurut letak kalimat utamanya
Macam macam paragraf menurut letak atau keberadaan kalimat utamnya antara lain sebagai berikut:


A.Paragraf Deduktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak di awal paragraf.Gagasan utamaatau pokok persoalan paragraf itu dinyatakan dalam kalimat pertama.Kemudian disusul dengan kalimat-kalimat penjelas.


Contoh:
Satu satunya bidang pembangunan yang tidak mengalami imbas krisis ekonomi sektor sektor di bidang pertanian. Misalnya,perikanan masih meningkat cukup mengesankan,yaitu 6,65 persen;demikian pula perkebunan ,yang meningkat 6,46 persen.Secara Umum,konstribusi dar sektor sektor pertanian terhadap produk domestik bruto(PDB)meningkat 18,07 persen menjadi 18,04 persen.Padahal selama 30 tahun terakhir,pangsa sektor pertanian meroso dara tahun ke tahun.


B.Paragraf Induktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak di akhir paragraf.Mula mula dikemukakan fakta fakta ataupun uraian uraian.Kemudian dari fakta fakta itu penulis menggeneralisasikannya ke dalam sebuah kalimat.


Contoh:
Baik di Indonesia maupun di negaranya sendiri,shin-chan tidak dianggap sebagai role model yang baik buat anak anak.Protes pun bermunculan.Ruang surat pembaca di koran koran dipenuhi dengan keberatan para orang tua terhadap komik yang laris manis itu.Umunya surat itu datang dari kalangan ibu.Menurut mereka dalam suratnya,kelakuan shin-chan diikuti oleh anak anak. Shin-chan,dimata para orang tua di indonesia,adalah setan kecil penebar virus.
Paragraf diatas dengan jelas mengungkapkan gagasan bahwa Shin-chan merupakan komik yang menebarkan pengaruh yang berbahaya.Karena dalam paragraf tersebut dikatakan bahwa shin-chan merupakan setan kecil penebar virus.


C. Paragraf Campuran(Deduktif-Induktif) adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak pada kalimat pertama dan terakhir.Dalam paragraf ini terdapat dua kalimat utama.Kalimat terakhir umunya mengulangi gagasan yang dinyatakan kalimat pertama dengan sedikit tekanan atau variasi.


Contoh:
Saya berkeyakinan kalau Indonesia menfokuskan diri pada sektor agrobisnis,tidak ada negara lain yang mampu menandingi kita. Agar reformasi tersebut dapat terjadi,yang over valued harus dihindari.Memang,krisis ekonomi yang sedang berlangsung telah mengoreksi nilai tukar kita.Dalam hal ini,pemerintah tidak perlu memaksa rupiah menguat,tetapi biarkan mekanisme pasar menemukan keseimbangannya.Yang perlu dilakukan adalah menyesuaikan diri terhadap nilai tukar yang ada dengan mendorong industri industri yang mampu survive pada nilai tukat yang ada dengan agrobisnis.Bagi sektor Agrobisnis,semakin melemah rupiah asal stabil.akan semakin baik.

Kata dan Pilihan Kata

A. Pengertian Kata
Kata atau ayat[1] adalah suatu unit dari suatu bahasa yang mengandung arti dan terdiri dari satu atau lebih morfem. Umumnya kata terdiri dari satu akar kata tanpa atau dengan beberapa afiks. Gabungan kata-kata dapat membentuk frasa, klausa, atau kalimat.

B.Hubungan Makna Kata
1. Sinonimi
secara etimologi kata sinonimi berasal dari bahasa Yunani kuno, yaitu onoma yang berarti nama dan syn yang berarti dengan. Maka secara harfiah kata sinonimi berarti nama lain untuk benda atau hal yang sama.

Untuk mendefinisikan sinonimi, ada tiga batasan yang dapat dikemukakan. Batasan atau definisi itu, ialah: (1) kata-kata dengan acuan ekstra linguistik yang sama, misalnya kata mati dan mampus: (2) kata-kata yang mengandung makna yang sama, misalnya kata memberitahukan dan kata menyampaikan: dan (3) kata-kata yang dapat disubstitusikan dalam konteks yang sama, misalnya "Kami berusaha agar pembangunan berjalan terus.", "Kami berupaya agar pembangunan berjalan terus." Kata berusaha bersinonim dengan kata berupaya.

Sementara itu, Verhaar (dalam Chaer, 2002: 82) mendefinisikan sinonimi sebagai ungkapan (bisa berupa kata, frase, atau kalimat) yang maknanya kurang lebih sama dengan makna ungkapan lain.

Penyebab ketidakmungkinan kita untuk menukar sebuah kata dengan kata lain yang bersinonim, antara lain, karena;
Pertama, faktor Waktu.
Misalnya kata hulubalang bersinonim dengan kata komandan. Namun, keduannya tidak mudah dipertukarkan karena kata hulubalang hanya cocok untuk situasi kuno, klasik, atau arkais. Sedangkan kata komandan hanya cocok untuk situasi masa kini (modern).

Kedua, faktor tempat atau daerah.
Misalnya kata saya dan beta adalah bersinonim. Namun kata beta hanya cocok untuk digunakan dalam konteks pemakaian bahasa Indonesia timur (Maluku); sedangkan kata saya dapat digunakan dimana saja.

Ketiga, faktor sosial
Misalnya kata aku dan saya adalah dua buah kata yang bersinonim, tetapi kata aku hanya dapat digunakan untuk teman sebaya dan tidak dapat digunakan kepada orang yang lebih tua atau status sosialnya lebih tinggi.

Keempat, faktor bidang kegiatan
Misalnya, kata tasawuf, kebatinan, dan mistik adalah tiga buah kata yang bersinonim. Namun kata tasawuf hanya lazim dalam agama Islam: kata kebatinan untuk yang bukan Islam: dan kata mistik untuk semua agama.

Kelima, faktor nuansa makna
Misalnya kata hotel dan kata penginapan. Kata penginapan lebih luas maknanya ketimbang hotel.


Jenis Sinonim

Pertama, sinonim antara morfem bebas dengan morfem terikat, seperti antara dia dengan nya, antara saya dengan ku dalam kalimat
Minta saran dia.
Minta sarannya.
Bukan buku saya.
Bukan bukuku.

Kedua, sinonim antara kata dengan kata, seperti kata ganteng dengan tampan, akbar dengan besar, mati denganmeninggal dan sebagainya.

Ketiga, sinonim antara kata dengan frase atau sebaliknya. Misalnya kata meninggal dengan frase tutup usia.

Keempat, sinonim antara frase dengan frase. Misalnya frase ayah ibu dengan orang tua.

Kelima, sinonim antara kalimat dengan kalimat. Contohnya, Adik menendang bola dengan Bola ditendang adik.

2. Hiponimi dan Hipernimi
Hipernim adalah kata-kata yang mewakili banyak kata lain. Kata hipernim dapat menjadi kata umum dari penyebutan kata-kata lainnya. Sedangkan hiponim adalah kata-kata yang terwakili artinya oleh kata hipernim. Umumnya kata-kata hipernim adalah suatu kategori dan hiponim merupakan anggota dari kata hipernim.
- Hipernim : Hantu
- Hiponim : Pocong, kantong wewe, sundel bolong, kuntilanak, pastur buntung, tuyul, genderuwo, suster ngesot, dan lain-lain.

- Hipernim : Ikan
- Hiponim : Lumba-lumba, tenggiri, hiu, betok, mujaer, sepat, cere, gapih singapur, teri, sarden, pari, mas, nila, dan sebagainya.

- Hipernim : Odol
- Hiponim : Pepsodent, ciptadent, siwak f, kodomo, smile up, close up, maxam, formula, sensodyne, dll.

- Hipernim : Kue
- Hiponim : Bolu, apem, nastar nenas, biskuit, bika ambon, serabi, tete, cucur, lapis, bolu kukus, bronis, sus, dsb.


3. Polisimi
Polisemi adalah kata-kata yang memiliki makna atau arti lebih dari satu karena adanya banyak komponen konsep dalam pemaknaan suatu kata. Satu kata seperti kata "Kepala" dapat diartikan bermacam-macam walaupun arti utama kepala adalah bagian tubuh manusia yang ada di atas leher.

Contoh : "Kepala"

- Guru yang dulunya pernah menderita cacat mental itu sekarang menjadi kepala sekolah smp kroto emas. (kepala bermakna pemimpin).
- Kepala anak kecil itu besar sekali karena terkena penyakit hidrosepalus. (kepala berarti bagian tubuh manusia yang ada di atas).
- Tiap kepala harus membayar upeti sekodi tiwul kepada ki joko cempreng. (kepala berarti individu).
- Pak Sukatro membuat kepala surat untuk pengumuman di laptop eee pc yang baru dibelinya di mangga satu. (kepala berarti bagian dari surat).


4. Ontonomi
Berhubungan makna yang terdapat antara sinonimi, homonimi, hiponimi, atau [polisemi, bertalian dengan kesamaan-kesamaan; antonimi, sebaliknya, dipakai untuk menyebut makna-makna yang berlawanan. Bentuk-bentuk seperti laki-laki, hidup, gadis, masing-masing berantonim dengan perempuan, mati, dan janda. Dan kata-kata yang berlawanan makna itu disebut mempunyai perhubungan yang bersifat antonimi.
Atau dengan kata lain Antonim adalah suatu kata yang artinya berlawanan satu sama lain. Antonim disebut juga dengan lawan kata.
Contoh Antonim :

•keras x lembek
•naik x turun
•kaya x miskin
•surga x neraka
•laki-laki x perempuan
•atas x bawah

Sumber:
SUMBER
SUMBER
SUMBER
SUMBER



Friday, October 17, 2014

Ragam dan Laras Bahasa

A. Pengertian Ragam Bahasa
Ragam Bahasa adalah variasi bahasa menurut pemakaian, yang berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, menurut hubungan pembicara, kawan bicara, orang yang dibicarakan, serta menurut medium pembicara (Bachman, 1990). Seiring dengan perkembangan zaman yang sekarang ini banyak masyarakat yang mengalami perubahan. Bahasa pun juga mengalami perubahan. Perubahan itu berupa variasi-variasi bahasa yang dipakai sesuai keperluannya. Agar banyaknya variasi tidak mengurangi fungsi bahasa sebagai alat komunikasi yang efisien, dalam bahasa timbul mekanisme untuk memilih variasi tertentu yang cocok untuk keperluan tertentu yang disebut ragam standar (Subarianto, 2000)


B. Pengertian Laras Bahasa
Adalah ragam bahasa yang digunakan untuk suatu tujuan atau pada konteks sosial tertentu. Banyak sekali laras bahasa yang dapat diidentifikasi tanpa batasan yang jelas di antara mereka. Definisi dan kategorisasi laras bahasa pun berbeda antara para ahli linguistik. Salah satu model pembagian laras bahasa yang paling terkemuka diajukan oleh Joos (1961) yang membagi lima laras bahasa menurut derajat keformalannya, yaitu (1) beku (frozen), (2) resmi (formal), (3) konsultatif (consultative), (4) santai (casual), dan (5) akrab (intimate).

C. Contoh Dari Ragam dan Laras Bahasa
1. Ragam Bahasa
Ditinjau dari media atau sarana yang digunakan untuk menghasilkan bahasa, ragam bahasa terdiri
· Ragam bahasa lisan
· Ragam bahasa tulis
Bahasa yang dihasilkan melalui alat ucap (organ of speech) dengan dinamakan ragam bahasa lisan, sedangkan bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya, dinamakan ragam bahasa tulis. Jadi dalam ragam bahasa lisan, kita berurusan dengan lafal, dalam ragam bahasa tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan).

Ragam Lisan
Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan kalimat. Namun, hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian, ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan unsur-unsur di dalam kelengkapan unsur-unsur di dalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicaraan menjadi pendukung di dalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan.

Pembicaraan lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicaraan lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa lisan dituliskan, ragam bahasa itu tidak dapat disebut sebagai ragam tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan, hanya saja diwujudkan dalam bentuk tulis. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak menunjukkan ciri-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dalam bentuk tulis, ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis. Kedua ragam itu masing-masing, ragam tulis dan ragam lisan memiliki ciri kebakuan yang berbeda.

Ciri-ciri ragam lisan:
a.Memerlukan orang kedua/teman bicara;
b.Tergantung situasi, kondisi, ruang & waktu;
c.Tidak harus memperhatikan unsur gramatikal, hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
d.Berlangsung cepat;
e.Sering dapat berlangsung tanpa alat bantu;
f.Kesalahan dapat langsung dikoreksi;
g.Dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi
Contoh ragam lisan adalah ‘Sudah saya baca buku itu.’

Ragam Tulis
Dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis makna kalimat yang diungkapkannya tidak ditunjang oleh situasi pemakaian, sedangkan ragam bahasa baku lisan makna kalimat yang diungkapkannya ditunjang oleh situasi pemakaian sehingga kemungkinan besar terjadi pelesapan unsur kalimat. Oleh karena itu, dalam penggunaan ragam bahasa baku tulis diperlukan kecermatan dan ketepatan di dalam pemilihan kata, penerapan kaidah ejaan, struktur bentuk kata dan struktur kalimat, serta kelengkapan unsur-unsur bahasa di dalam struktur kalimat.

Ciri-ciri ragam tulis :
1.Tidak memerlukan orang kedua/teman bicara;
2.Tidak tergantung kondisi, situasi & ruang serta waktu;
3.Harus memperhatikan unsur gramatikal;
4.Berlangsung lambat;
5.Selalu memakai alat bantu;
6.Kesalahan tidak dapat langsung dikoreksi;
7.Tidak dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik muka, hanya terbantu dengan tanda baca.

Contoh ragam tulis adalah ’Saya sudah membaca buku itu.’

2. Laras Bahasa
- Laras Ilmiah
Adalah kesesuaian antara bahasa dan fungsi pemakaiannya. Dalam hal itu, kita mengenal berbagai laras, seperti laras iklan, laras lagu, laras ilmiah, laras ilmiah populer, laras feature, laras komik, laras sastra. Setiap laras masih dapat dibagi lagi atas sublaras, misalnya laras sastra dapat dibagi lagi atas laras cerpen, laras puisi, laras novel, dan sebagainya.
- Laras Sastra (Puisi, cerpen, novel dll)
- Laras Jurnalistik Adalahbahasa jurnalistik adalah satu ragam bahasa yang digunakan wartawan yang memiliki sifat-sifat khas singkat, padat, sederhana, lancar, jelas, lugas dan menarik
- Laras Hukum

SUMBER

Peranan dan Fungsi Bahasa

A. Pengertian Bahasa
Bahasa adalah suatu sarana yang digunakan untuk berkomunikasi oleh satu orang kepada orang lain, sehingga apa yang ingin disampaikan orang tersebut dapat dimengerti oleh orang yang di tuju(si penerima). Bahasa pada umumnya bisa berbentuk lisan, isyarat dan tulisan. Tanpa bahasa, baik verbal maupun non verbal, manusia tidak akan bisa mengerti satu sama lain. Berikut beberapa pengertian bahasa menurut para ahli

Pengabean (1981:5)
Bahasa adalah suatu sistem yang mengutarakan dan melaporkan apa yang terjadipada sistem saraf.Menurut
Soejono (1983:01)
Bahasa adalah suatu sarana perhubungan rohani yang amat penting dalam hidupbersama.Menurut
Syamsuddin (1986:2)
beliau memberi dua pengertian bahasa.
- Bahasa adalah alat yang dipakai untuk membentuk pikiran dan perasaan, keinginan dan perbuatan-perbuatan,alat yang dipakai untuk mempengaruhi dan dipengaruhi.
- Bahasa adalah tanda yang jelas dari kepribadian yang baik maupun yang buruk, tanda yang jelas dari keluargadan bangsa, tanda yang jelas dari budi kemanusiaan.


B. Manfaat Bahasa
Manfaat dari mempelajari bahasa adalah kita bisa lebih terampil dan teliti dalam menggunakan bahasa, terlebih pada tempat dan kondisi tertentu.


C. Pendapat Mengenai Bahasa
Perilaku seseorang dicerminkan melalui bahasa yang ia gunakan sehari-hari, baik verbal maupun non verbal. Buruk atau tidaknya seseorang bisa dilihat dari sikapnya berbahasa non verbal, maupun berkata-kata secara verbal. Perilaku seseorang tersebut juga dapat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya. Jika bahasa yang digunakan di sekitar orang tersebut baik, ia akan berbahasa secara baik pula. Begitupun sebaliknya, jika lingkungannya berbahasa buruk dalam verbal dan non verbal, seseorang juga dapat terpengaruh menjadi buruk pula.

Monday, March 17, 2014

Peran Organisasi dalam Perusahaan

Pengertian Organisasi :
  • Organisasi menurut Stoner adalah : suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
  • Organisasi menurut James D. Mooney adalah : bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  • Organisasi Menurut Chester I. Bernard adalah : suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
Secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

Berdasarkan arti dari organisasi yang diungkapkan oleh beberapa orang diatas, peran organisasi dalam sebuah perusahaan sangatlah penting, karena perusahaan didirikan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dan untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan aktifitas, kerja sama, dan tentu saja orang yang melakukan aktifitas tersebut atau sumber daya manusia yang ketiga unsur ini terdapat dalam sebuah organisasi. Kesimpulanya, suatu perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu membutuhkan organisasi didalamnya agar bisa tercapai tujuan tersebut.

Thursday, July 4, 2013

Manusia dan Harapan

Harapan merupakan salah satu tujuan manusia untuk hidup. Tanpa ada harapan, manusia mati, tak punya tujuan hidup yang ingin dicapai. Seperti contoh seseorang yang berharap memiliki mobil, tanpa adanya usaha untuk mencari uang ataupun menabung, tentu harapan seseorang tersebut tidak dapat dicapai. Intinya, harapan daat diwujudkan jika seseorang mau berusaha untuk mewujudkannya.

Harapan juga memiliki batas, batas yang dimaksud adalah kemampuan seseorang untuk mewujudkan harapannya itu. Seperti contoh, seseorang yang ingin membeli mobil tadi tidak memiiki kondisi keuangan yang memungkinkan untuk membeli mobil, baik dari sgi pemasukan dan pengeluarannya, tentu seharusnya seseorang tersebut menurunkan 'tingkat' harapannya yang ke opsi yang lain seperti motor ataupun sepeda.

Bagaimana manusia bisa mempunyai suatu harapan? Hal itu tentu menjadi pertanyaan yang mendasar. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial yang berinteraksi dengan manusia lainnya. Segi interaksi inilah yang dapat mempengaruhi mental serta keinginan dan harapan seseorang. Tidak lupa juga, manusia merupkan manusia yang tidak pernah puas. Mereka akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan juga keinginan yang mereka inginkan dan butuhkan.

Jadi intinya, harapan merupakan salah satu sifat dasar manusia. Sifat dasar yang secara harafiah ingin diwujudkan dan diperlukan usaha untuk mewujudkan harapan tersebut. 

Friday, June 7, 2013

Manusia dan Kegelisahan

Kegelisahan memang memiliki beberapa faktor yang menimbulkannya. Rasa takut, tidak tentram dan tidak fokus dan konsentrasi adalah beberapa ciri-ciri yang timbul jika seseorang mengalami kegelisahan,  berikut saya mempunyai beberapa tips untuk mengatasi kegelisahan:

1. Lakukan sesuatu dengan sepenuh hati
Jika seseorang melakukan suatu tindakan dan perbuatan sepenuh hati, tentu tidak ada rasa gelisah. Karena apa yang nanti dihasilkan akan sesuan dengan apa yang diprediksi dan diinginkan oleh seseorang itu. Maka dari itu, do the best you can!

2. Berusaha untuk menjadi orang yang ambisius
Ambisius di sini bukan berarti mengharapkan hasil yang lebih dari apa yang telah kita lakukan. Tapi cukup untuk berharap hasil yang terbaik untuk apa yang kita kerjakan. Lebih ke arah meningkatkan percaya diri seseorang agar tidak menjadi gelisah

3. Berbagi cerita 
Ini dalah hal yang cukup penting untuk mengatasi kegelisahan. Di samping 2 cara yang dilakukan diatas, cara ini cukup ampuh. Mengapa? berbagi cerita dengan orang lain apa yang menjadi beban kita, akan membuat masalah semakin ringan, tentu orang yang kita ceritakan tentang masalah kita adalah orang yang benar-benar kita percaya, karena orang tersebut pasti akan membantu kita untuk menyelesaikan masalah yang menyebabkan kegelisahan kita

4. Berserah diri pada Tuhan YME
Yang terakhir adalah cukup berserah diri pada Tuhan, hal-hal yang membuat kita gelisah dan ragu akan suatu hasil dari tindakan kita, tuntu hanya Tuhan yang menentukan hasilnya, baik itu hasil yang buruk ataupun yang baik.