Harapan merupakan salah satu tujuan manusia untuk hidup. Tanpa ada harapan, manusia mati, tak punya tujuan hidup yang ingin dicapai. Seperti contoh seseorang yang berharap memiliki mobil, tanpa adanya usaha untuk mencari uang ataupun menabung, tentu harapan seseorang tersebut tidak dapat dicapai. Intinya, harapan daat diwujudkan jika seseorang mau berusaha untuk mewujudkannya.
Harapan juga memiliki batas, batas yang dimaksud adalah kemampuan seseorang untuk mewujudkan harapannya itu. Seperti contoh, seseorang yang ingin membeli mobil tadi tidak memiiki kondisi keuangan yang memungkinkan untuk membeli mobil, baik dari sgi pemasukan dan pengeluarannya, tentu seharusnya seseorang tersebut menurunkan 'tingkat' harapannya yang ke opsi yang lain seperti motor ataupun sepeda.
Bagaimana manusia bisa mempunyai suatu harapan? Hal itu tentu menjadi pertanyaan yang mendasar. Pada dasarnya, manusia adalah makhluk sosial yang berinteraksi dengan manusia lainnya. Segi interaksi inilah yang dapat mempengaruhi mental serta keinginan dan harapan seseorang. Tidak lupa juga, manusia merupkan manusia yang tidak pernah puas. Mereka akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan juga keinginan yang mereka inginkan dan butuhkan.
Jadi intinya, harapan merupakan salah satu sifat dasar manusia. Sifat dasar yang secara harafiah ingin diwujudkan dan diperlukan usaha untuk mewujudkan harapan tersebut.
Showing posts with label Tulisan SoftSkill. Show all posts
Showing posts with label Tulisan SoftSkill. Show all posts
Thursday, July 4, 2013
Friday, June 7, 2013
Manusia dan Kegelisahan
Kegelisahan memang memiliki beberapa faktor yang menimbulkannya. Rasa takut, tidak tentram dan tidak fokus dan konsentrasi adalah beberapa ciri-ciri yang timbul jika seseorang mengalami kegelisahan, berikut saya mempunyai beberapa tips untuk mengatasi kegelisahan:
1. Lakukan sesuatu dengan sepenuh hati
Jika seseorang melakukan suatu tindakan dan perbuatan sepenuh hati, tentu tidak ada rasa gelisah. Karena apa yang nanti dihasilkan akan sesuan dengan apa yang diprediksi dan diinginkan oleh seseorang itu. Maka dari itu, do the best you can!
2. Berusaha untuk menjadi orang yang ambisius
Ambisius di sini bukan berarti mengharapkan hasil yang lebih dari apa yang telah kita lakukan. Tapi cukup untuk berharap hasil yang terbaik untuk apa yang kita kerjakan. Lebih ke arah meningkatkan percaya diri seseorang agar tidak menjadi gelisah
3. Berbagi cerita
Ini dalah hal yang cukup penting untuk mengatasi kegelisahan. Di samping 2 cara yang dilakukan diatas, cara ini cukup ampuh. Mengapa? berbagi cerita dengan orang lain apa yang menjadi beban kita, akan membuat masalah semakin ringan, tentu orang yang kita ceritakan tentang masalah kita adalah orang yang benar-benar kita percaya, karena orang tersebut pasti akan membantu kita untuk menyelesaikan masalah yang menyebabkan kegelisahan kita
4. Berserah diri pada Tuhan YME
Yang terakhir adalah cukup berserah diri pada Tuhan, hal-hal yang membuat kita gelisah dan ragu akan suatu hasil dari tindakan kita, tuntu hanya Tuhan yang menentukan hasilnya, baik itu hasil yang buruk ataupun yang baik.
Manusia dan Tanggung Jawab
Manusia sebagai makhluk Tuhan disamping memiliki hak, juga memiliki kewajiban. Salah satu kewajiban yang harus dijalani manusia adalah bertanggung jawab dalam setiap tindakan yang diperbuat. Menurut saya, definisi tanggung jawab adalah siap untuk menerima konsekuensi yang akan diterima setelah melakukan suatu tindakan, baik itu tindakan yang baik ataupun yang buruk.
Tingkat tanggung jawab seseorang akan meningkat seiring dengan waktu, yang dimaksud disini adalah tanggung jawab seseorang akan semakin meningkat dengan semakin dewasanya manusia tersebut. Seorang manusia tentu semakin dewasa pasti akan semakin sadar dengan apa yang ia perbuat. Ia akan berpikir sebab ia melakukan suatu tindakan sampai dampak baik ataupun buruknya dari tindakan yang ia lakukan.
Tetapi, adakalanya seorang manusia yang sudah dewasa belum memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Hal ini bisa dikarenakan oleh faktor lingkungan atau faktor disekitar. Faktor disekitar menentukan karena seorang manusia akan merasa bertanggung jawab apabila orang-orang disekitarnya paham betul tentang tanggung jawab yang membuat seseorang akan belajar dari orang disekitarnya tersebut. Faktor masalah hati nurani juga berperan di sini, mengapa? hati kita akan menuntun kita pada tindakan kita, tindakan itulah yang akan menuntun kita pada tanggung jawab yang mau tidak mau harus dilakukan.
Tingkat tanggung jawab seseorang akan meningkat seiring dengan waktu, yang dimaksud disini adalah tanggung jawab seseorang akan semakin meningkat dengan semakin dewasanya manusia tersebut. Seorang manusia tentu semakin dewasa pasti akan semakin sadar dengan apa yang ia perbuat. Ia akan berpikir sebab ia melakukan suatu tindakan sampai dampak baik ataupun buruknya dari tindakan yang ia lakukan.
Tetapi, adakalanya seorang manusia yang sudah dewasa belum memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi. Hal ini bisa dikarenakan oleh faktor lingkungan atau faktor disekitar. Faktor disekitar menentukan karena seorang manusia akan merasa bertanggung jawab apabila orang-orang disekitarnya paham betul tentang tanggung jawab yang membuat seseorang akan belajar dari orang disekitarnya tersebut. Faktor masalah hati nurani juga berperan di sini, mengapa? hati kita akan menuntun kita pada tindakan kita, tindakan itulah yang akan menuntun kita pada tanggung jawab yang mau tidak mau harus dilakukan.
Saturday, May 4, 2013
Manusia dan Pandangan Hidup
Setiap umat manusia pasti punya pandangan hidup. dsri kecil di ajarkan apa yang terbaik buat masa depan kita sehingga bisa menjadi orang sukses dimasa dewasa nanti. setiap manusi memang mempunyai pandangan hidup masing-masing. apa yang ia mau itu adalah ciri sebagai pandangan hidup dia yang dilakukan.
Pandangan hidup juga bisa berupa keyakinan dalam hidup, seperti agama misalnya. Dari sinilah, agama yang menentukan jalan untuk menuju cita-cita dan kesuksesan yang diinginkan oleh seorang individu
Jika seseorang tidak mempunyai pandangan hidup. individu tersebut sepeti hidup tanpa tujuan. Ia akan terjerumus dalam kemalasan dan tidak akan pernah maju dalam melakukan apapun. dalam mengerjakan sesuatu yang harus kita lakukan adalah USAHA terlebih dahulu. dari usaha itu lah akan bangkit menjadi besar dan besar. sehingga apa yang ingin kita mau atau kita cita-citakan tercapai dengan apa yang kita lakukan.
Jadi semua umat manusia jika tidak ada pandangan hidupnya maka akan jauh cita-cita yang diinginkannya. jadi kita sebagai umat manusia harus mempunyai pandangan hidup yang jelas agar mendapatkan kesuksesan yang kita inginkan selama ini.
Manusia dan Keadilan
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata adil berarti tidak berat sebelah atau tidak memihak atau sewenang-wenang, sehingga keadilan mengandung pengertian sebagai suatu hal yang tidak berat sebelah atau tidak memihak atau sewenang-wenang.
Keadilan menurut Aristoteles adalah kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah antara kedua ujung ekstrem yang terlalu banyak dan terlalu sedikit. Kedua ujung ekstrem ini menyangkut dua orang atau benda. Bila kedua orang tersebut mempunyai kesamaan dalam ukuran yang telah ditetapkan, maka masing-masing orang harus memperoleh benda atau hasil yang sama, kalau tidak sama, maka masing – masing orang akan menerima bagian yang tidak sama, sedangkan pelangggaran terjadap proporsi tersebut disebut tidak adil.
Keadilan merupakan suatu hal yang memang menjadi hak oleh setiap umat manusia yang hidup tanpa kecuali. Karena itu, manusia dan keadilan cukup memiliki keterkaitan. Manusia yang berperan sebagai pelaku dan keadilan yang dijadikan sebagai objek. Keadilan harus dilaksanakan dengan sejujur-jujurnya. Tanpa memandang ras, agama maupun suku. Keadilan bisa ditegakkan bila Manusia dan keadilan itu sendiri memiliki keharmonisan untuk saling menjaga agar tidak terjadi ketidakadilan.
Sunday, April 7, 2013
Konsepsi Ilmu Budaya Dasar
Ilmu Budaya Dasar pada kali ini berkaitan dengan budaya yang ada dalam keseharian dan budaya bangsa. Ada istilah Humanities yang berasal dari bahasa latin yaitu, manusiawi, berbudaya, dan halus. Hal ini tentunya sangat baik jika kita pelajari, karena kita akan mendapatkan ciri dari manusia yang baik dalam bermasyarakat. Istilah Humanities berkaitan dengan cabang-cabang ilmu lainnya seperti filsafat, teknologi, seni, dan cabang-cabangnya termasuk satra, sejarah, cerita rakyat, dsb. Dari semua itu intinya adalah mempelajari masalah manusia dan kebudayaan.
Pendekatan kesusastraan
Sastra (Sanskerta: shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta ‘Sastra’, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar ‘Sas’ yang berarti “instruksi” atau “ajaran” dan ‘Tra’ yang berarti “alat” atau “sarana”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu
Hampir disetiap jaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasan pertama, karena sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk memahami alam semesta, yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk mengatur hubungan antara sesamanya yang kemudian melahirkan ilmu-ilmu sosial, manusia mempergunakan bahasa. Dengan demikian, manusia dan bahasa pada haketnya adalah satu. Kenyataan inilah mempermudah sastra untuk berkomunikasi.
Sastra juga digunakan untuk lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa, adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagian, kebebasan, dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.
IBD adalah salah satu mata kuliah yang diberikan dalam satu semester, sebagai bagian dart MKDU. IBD tidak dimaksudkan untuk mendidik ahti-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang tennasuk didalam pengetahuan budaya ( The Humanities ), Akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya.
Pada waktu menggunakan karya sastra, misalnya. Mahasiswa tidak perlu mengetahui sejarah sastra, teori sastra, kritik sastra, dan sebaginya. Memang seperti cabang-cabang the humanities lainnya, dalam Ilmu Budaya Dasar sastra tidak diajatkan sebagai salah satu disiplin ilmu. Sastra disini digunakan sebagai alat untuk membahas masalah-masalah kemanusiaan yang dapat membantu mahasiswa untuk menjadi lebih humanus. Demikian juga filsafat, musik, seni rupa, dan sebagainya.
Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Prosa
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.Prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru, prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.
Pendekatan kesusastraan
Sastra (Sanskerta: shastra) merupakan kata serapan dari bahasa Sanskerta ‘Sastra’, yang berarti “teks yang mengandung instruksi” atau “pedoman”, dari kata dasar ‘Sas’ yang berarti “instruksi” atau “ajaran” dan ‘Tra’ yang berarti “alat” atau “sarana”. Dalam bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada “kesusastraan” atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu
Hampir disetiap jaman, sastra mempunyai peranan yang lebih penting. Alasan pertama, karena sastra mempergunakan bahasa. Sementara itu, bahasa mempunyai kemampuan untuk menampung hampir semua pernyataan kegiatan manusia. Dalam usahanya untuk memahami dirinya sendiri, yang kemudian melahirkan filsafat, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk memahami alam semesta, yang kemudian melahirkan ilmu pengetahuan, manusia mempergunakan bahasa. Dalam usahanya untuk mengatur hubungan antara sesamanya yang kemudian melahirkan ilmu-ilmu sosial, manusia mempergunakan bahasa. Dengan demikian, manusia dan bahasa pada haketnya adalah satu. Kenyataan inilah mempermudah sastra untuk berkomunikasi.
Sastra juga digunakan untuk lebih mudah berkomunikasi, karena pada hakekatnya karya sastra adalah penjabaran abstraksi. Sementara itu filsafat, yang juga mempergunakan bahasa, adalah abstraksi. Cinta kasih, kebahagian, kebebasan, dan lainnya yang digarap oleh filsafat adalah abstrak. Sifat abstrak inilah yang menyebabkan filsafat kurang berkomunikasi.
IBD adalah salah satu mata kuliah yang diberikan dalam satu semester, sebagai bagian dart MKDU. IBD tidak dimaksudkan untuk mendidik ahti-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang tennasuk didalam pengetahuan budaya ( The Humanities ), Akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nilai budaya.
Pada waktu menggunakan karya sastra, misalnya. Mahasiswa tidak perlu mengetahui sejarah sastra, teori sastra, kritik sastra, dan sebaginya. Memang seperti cabang-cabang the humanities lainnya, dalam Ilmu Budaya Dasar sastra tidak diajatkan sebagai salah satu disiplin ilmu. Sastra disini digunakan sebagai alat untuk membahas masalah-masalah kemanusiaan yang dapat membantu mahasiswa untuk menjadi lebih humanus. Demikian juga filsafat, musik, seni rupa, dan sebagainya.
Ilmu Budaya Dasar yang Dihubungkan dengan Prosa
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.Prosa juga dibagi dalam dua bagian,yaitu prosa lama dan prosa baru, prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat dan prosa baru ialah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.
Budaya dasar berasal dari budaya yang sudah lama dikembangkan, salah satunya adalah prosa. Kebanyakan budaya dasar yang dikembangkan adalah prosa lama, seperti Puisi, Hikayat, Dongeng dan lain-lain. Mulai dari prosa-prosa lama itulah budaya berkembang.
Kesimpulannya, budaya dasar diawali dengan kebudayaan yang awal seperti prosa. Tetapi terus dikembangkan dengan budaya-budaya di Indonesia lain sehingga semakin luas.
Saturday, April 6, 2013
Manusia dan Kebudayaan
Kata budaya dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai pikiran, akal budi atau adat-istiadat. Secara tata bahasa, pengertian kebudayaan diturunkan dari kata budaya yang cenderung menunjuk pada pola pikir manusia. Kebudayaan sendiri diartikan sebagai segala hal yang berkaitan dengan akal atau pikiran manusia, sehingga dapat menunjuk pada pola pikir, perilaku serta karya fisik sekelompok manusia.
Sedangkan definisi kebudayaan menurut Koentjaraningrat sebagaimana dikutip Budiono K, menegaskan bahwa, “menurut antropologi, kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar”. Pengertian tersebut berarti pewarisan budaya-budaya leluhur melalui proses pendidikan.
Beberapa pengertian kebudayaan berbeda dengan pengertian di atas, yaitu:
Kebudayaan adalah cara berfikir dan cara merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan sekelompok manusia yang membentuk kesatuan sosial (masyarakat) dalam suatu ruang dan waktu.
Kebudayaan sebagai keseluruhan yang mencakup pengetahuan kepercayaan seni, moral, hukum, adat serta kemampuan serta kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Kebudayaan merupakan hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya yaitu masyaraakat yang menghasilkan tekhnologi dan kebudayaan kebendaan yang terabadikan pada keperluan masyarakat. Rasa yang meliputi jiwa manusia yaitu kebijaksanaan yang sangat tinggi di mana aturan kemasyarakatan terwujud oleh kaidah-kaidah dan nilai-nilai sehingga denga rasa itu, manusia mengerti tempatnya sendiri, bisa menilai diri dari segala keadaannya.Dari pengertian diatas, kebudayaan dan manusia dapat dihubungkan. Manusia sebagai pelaku dari kebudayaan itu sendiri. Kebudayaan itu sendiri harus dilestarikan oleh pelakunya. Seperti pengertian diatas, Kebudayaan mencakup beberapa aspek yang penting, seperti pengetahuan, seni dan teknologi. Hal itulah yang membuat kebudayaan cukup menarik untuk diketahui dan dipelajari.
SUMBER
Sedangkan definisi kebudayaan menurut Koentjaraningrat sebagaimana dikutip Budiono K, menegaskan bahwa, “menurut antropologi, kebudayaan adalah seluruh sistem gagasan dan rasa, tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat, yang dijadikan miliknya dengan belajar”. Pengertian tersebut berarti pewarisan budaya-budaya leluhur melalui proses pendidikan.
Beberapa pengertian kebudayaan berbeda dengan pengertian di atas, yaitu:
Kebudayaan adalah cara berfikir dan cara merasa yang menyatakan diri dalam seluruh segi kehidupan sekelompok manusia yang membentuk kesatuan sosial (masyarakat) dalam suatu ruang dan waktu.
Kebudayaan sebagai keseluruhan yang mencakup pengetahuan kepercayaan seni, moral, hukum, adat serta kemampuan serta kebiasaan lainnya yang diperoleh manusia sebagai anggota masyarakat.
Kebudayaan merupakan hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya yaitu masyaraakat yang menghasilkan tekhnologi dan kebudayaan kebendaan yang terabadikan pada keperluan masyarakat. Rasa yang meliputi jiwa manusia yaitu kebijaksanaan yang sangat tinggi di mana aturan kemasyarakatan terwujud oleh kaidah-kaidah dan nilai-nilai sehingga denga rasa itu, manusia mengerti tempatnya sendiri, bisa menilai diri dari segala keadaannya.Dari pengertian diatas, kebudayaan dan manusia dapat dihubungkan. Manusia sebagai pelaku dari kebudayaan itu sendiri. Kebudayaan itu sendiri harus dilestarikan oleh pelakunya. Seperti pengertian diatas, Kebudayaan mencakup beberapa aspek yang penting, seperti pengetahuan, seni dan teknologi. Hal itulah yang membuat kebudayaan cukup menarik untuk diketahui dan dipelajari.
SUMBER
Ilmu Budaya Dasar sebagai Salah Satu MKDU
Pengertian dan Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Secara sederhana Ilmu Budaya Dasar adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan.
Istilah llmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris "The Humanities". Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dan bahasa latin humanus yang bisa diartikan manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the htimanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar supaya manusia bisa menjadi humanus, mereka hams mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Istilah llmu Budaya Dasar dikembangkan di Indonesia sebagai pengganti istilah Basic Humanitiesm yang berasal dari istilah bahasa Inggris "The Humanities". Adapun istilah Humanities itu sendiri berasal dan bahasa latin humanus yang bisa diartikan manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the htimanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai yaitu nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar supaya manusia bisa menjadi humanus, mereka hams mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggungjawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat :
1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang bane, terutama untuk kepentingan profesi mereka
2. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemánusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia spesialis yang berpandangan kurang luas. kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu yang ketat.
1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang bane, terutama untuk kepentingan profesi mereka
2. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemánusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing, tidak jatuh ke dalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat. Usaha ini terjadi karena ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia spesialis yang berpandangan kurang luas. kedaerahan dan pengkotakan disiplin ilmu yang ketat.
Pentingnya Ilmu Budaya Dasar membuat pemerintah menjadikannya sebagai salah satu MKDU (Mata Kuliah Dasar Umum). Dikarenakan hal itu pula, mahasiswa dituntut untuk berusaha melestarikan budaya yang ada di Indonesia dan memperluas pandangannya untuk melihat kebudayaan Indonesia yang luas.
Hal positif juga dapat diambil. Di samping mahasiswa dapat menambah wawasan tentang kebudayaan Indonesia, mahasiswa juga dapat mempelajari lebih dalam kebudayaan yang mungkin menarik perhatiannya.
Hal positif juga dapat diambil. Di samping mahasiswa dapat menambah wawasan tentang kebudayaan Indonesia, mahasiswa juga dapat mempelajari lebih dalam kebudayaan yang mungkin menarik perhatiannya.
Sunday, January 20, 2013
Pertentangan Sosial dan Integrasi Masyarakat
Pertentangan Sosial adalah suatu kegiatan yang menentang ilmu - ilmu sosial yang biasanya terjadi karena kesalah pahaman. contoh pertentangan sosial adalah tauran, kerusuhan, perang antar suku dan banyak lagi. contoh yang paling sering kita lihat adalah tauran, tauran yang sering terjadi biasanya di dasari oleh keinginan berkuasa atas suatu tempat atau suatu barang bahkan orang.
Dari pengertian diatas dapat diambil suatu pernyataan, jika integrasi masyarakat mau tercipta dengan baik. Pemerintah dan aparat keamanan harus bisa mengendalikan masyarakat itu sendiri. Adanya rasa toleransi, saling mengharigai dan saling mengerti antar satu sama lain akan mengurangi resiko terjadinya pertentangan sosial.
Pertentangan sosial dan integrasi masyarakat adalah susatu yang berbanding terbalik. Kedua hal ini merupakan sebab akibat. Jika integrasi masyarakat tidak tercipta di suatu masyrakat, pertentangan sosial yang tercipta, begitu pula sebaliknya. Karena itu, manusia sebagai makhluk sosial yang membutuhkan orang lain harus saling menghargai dan menjaga hubungan baik dengan manusia lain agar tidak terjadi konflik yang dapat merugikan manusia itu sendiri.
Masyarakat Perdesaan dan Masyarakat Perkotaan
Urbanisasi adalah masalah umum yang didapat oleh pemerintah di kota-kota besar di Indonesia. Contohnya Jakarta. Setiap tahunnya, tingkat urbanisasi ke Jakarta terus meningkat pesat. Hal ini dikarenakan iming-iming yang beranggapan bahwa hidup di kota besar akan memajukan perekonomian mereka.
Hal ini akan menjadi cukup serius apabila kepadatan di suatu kota besar akan mencapai puncaknya. Yang membuat perekonomian di wilayah kota yang menjadi tujuan urbanisasi menjadi turun. Begitu juga dengan desa yang menjadi kampung halaman para pelaku urbanisasi yang menjadi kekurangan tenaga di perdesaan.
Karena itu, Pemerintah harus membuat solusi yang konkret untuk mengatasi masalah urbanisasi. Pemerintah harus meratakan penduduk dengan cara mensejahterakan masyarakat-masyarakat kecil di desa, tidak hanya di kota-kota besar saja.
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Urbanisasi
Karena itu, Pemerintah harus membuat solusi yang konkret untuk mengatasi masalah urbanisasi. Pemerintah harus meratakan penduduk dengan cara mensejahterakan masyarakat-masyarakat kecil di desa, tidak hanya di kota-kota besar saja.
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Urbanisasi
Thursday, January 17, 2013
Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Kemiskinan
IPTEK ialah sebuah sumber informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan seseorang dibidang teknologi. Dengan kata lain, IPTEK merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, baik itu penemuan terbaru tentang teknologi ataupun perkembangan dibidang teknologi.
Sedangkan Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.
Sedangkan Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan.
Keterkaitan satu sama lain atara dua hal ini berguna untuk pembangunan. Pembangunan yang dimaksud adalah IPTEK dapat membantu seseorang atau bahkan banyak orang untuk keluar dari zona kemiskinan. Bagaimana caranya? ada banyak cara, mulai dari memperkenalkan alat2 komputer pada orang-orang desa, dan juga memperkenalkan internet pada masyarakat yang belum bisa menggunakannya untuk menyaring informasi. Namun, penggunaannya perlu dijaga agar tidak disalahgunakan karena yang diperkenalkan adalah orang-orang yang masih awam di bidang teknologi.
sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan
http://www.tutorialto.com/pendidikan/1821-pengertian-iptek.html
sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Kemiskinan
http://www.tutorialto.com/pendidikan/1821-pengertian-iptek.html
Agama dan Masyarakat
Agama menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.
Kata "agama" berasal dari bahasa Sanskerta, āgama yang berarti "tradisi". Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal daribahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.
Kata "agama" berasal dari bahasa Sanskerta, āgama yang berarti "tradisi". Sedangkan kata lain untuk menyatakan konsep ini adalah religi yang berasal daribahasa Latin religio dan berakar pada kata kerja re-ligare yang berarti "mengikat kembali". Maksudnya dengan berreligi, seseorang mengikat dirinya kepada Tuhan.
Agama akan diikuti oleh orang-orang yang mempercayai ajaran agama tersebut. Agama adalah sesuatu yang sakral dimana didalamnya terdapat Tuhan yang menjadi pelindung ataupun tempat berteduh bagi orang-orang yang mempercayai. Manusia atau masyarakat adalah tokoh utama dalam Agama disamping makhluk halus yang mempercayai agama tersebut. Karena itu, kaitan antara agama dan masyarakat sangat erat. Agama memberikan suatu janji seperti Surga dan Neraka bagi orang-orang yang menjalani ataupun menjauhi ajaran-ajaran yang ada pada agama tersebut.
Agama tidak bisa dicampuradukan satu sama lain. Hal ini dapat menimbulkan kesesatan, dan hal inilah yang terjadi di Indonesia karena mulai banyak ajaran-ajaran agama sesat yang mengatasnamakan campuran beberapa agama. Hal ini tentu akan membuat masyarakat geram dan mencoba untuk menghentikan penyebaran agama sesat tersebut.
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Agama
sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Agama
Sunday, November 25, 2012
Pelapisan Sosial dan Kesamaan Derajat
Masyarakat terbentuk dari individu-individu. Individu-individu yang terdiri dari berbagai latar belakang tentu akan membentuk suatu masyarakat heterogen yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Dengan adanya atau terjadinya kelompok sosial ininmaka terbentuklah suatu pelapisan masyarakat atau terbentuklah masyarakat yang berstrata.
Menurut Theodorson dkk. didalam Dictionary of Sociology, oleh mereka dikatakan bahwa" pelapisan masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relatif permanen yang terdapat didalam sistem sosial (dari kelompok kecil sampai ke masyarakat) didalam pembedaan hak, pengaruh dan kekuasaan".
Masyarakat yang berstratifikasi sering dilukiskan sebagai suatu kerucut atau primidi, dimana lapisan bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit ke atas.
Sedangkan, persamaan hak dicantumkan dalam Pernyataan Sedunia Tentang Hak-hak (Asasi) Manusia atau Universitas Declaration of Human right (1948) dalam pasal-pasalnya seperti dalampasal 1, pasal 2 ayat 3, dan pasal 7. Dalam Undang-Undang Dasar 1945 mengenai hak dan kebebasan yang berkaitan dengan adanya persamaan derajat dan hak juga tercantum dalam pasal-pasalnya secara jelas. Sebagaimana kita ketahui Negara Republik Indonesia menganut asas bahwa setiap warga negara tanpa kecualinya memiliki kedudukan yang sama dalam hukum dan pemerintahan. Hukum dibuat dimaksudkan untuk melindungi dan mengatur masyarakat secara umum tanpa adanya perbedaan. Kalau kita lihat ada empat pasal yang memuat ketentuan-ketentuan tentang hak-hak asasi itu yakni pasal 27 ayat 1, 27 ayat 2, 28, 29 ayat 2, dan 31.
Menurut Theodorson dkk. didalam Dictionary of Sociology, oleh mereka dikatakan bahwa" pelapisan masyarakat berarti jenjang status dan peranan yang relatif permanen yang terdapat didalam sistem sosial (dari kelompok kecil sampai ke masyarakat) didalam pembedaan hak, pengaruh dan kekuasaan".
Masyarakat yang berstratifikasi sering dilukiskan sebagai suatu kerucut atau primidi, dimana lapisan bawah adalah paling lebar dan lapisan ini menyempit ke atas.
Pelapisan sosial yang diatur dalam UUD kenyataannya di Indonesia tidak membawa dampak yang positif, kenyataan yang terjadi adalah kesenjangan soail yang makin jadi, yang miskin semakin miskin dan yang kaya semakin kaya.
Kesenjangan sosial ini cukup banyak terjadi di banyak daerah di Indonesia, hal ini dikarenakan berbagai faktor, salah satunya adalah tidak meratanya dana yang diturunkan pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat di masing-masing daerah, kenapa bisa tidak merata? salah satu faktor mungkin memang kekurangan dana untuk di daerah tertentu, namun faktor lain menunjukkan adanya penyelewengan dana atau praktek KKn di tubuh pemerintahan masing-masing daerah. Akibatnya, masih banyak masyarakat yang tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan mereka di masing-masing daerah. Sebaliknya, orang kaya yang memiliki pekerjaan tetap akan semakin kaya.
Tuesday, November 20, 2012
Pemuda dan Sosialisasi
Pemuda adalah golongan manusia-manusia muda yang masih memerlukan pembinaan dan pengembangan kearah yang lebih baik, agar dapat melanjukan dan mengisi pembangunan yang kini telah berlangsung
Pemuda memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga mereka tidak sungkan untuk mencari informasi yang mereka butuhkan untuk mengetahui apa yang mereka ingin tahu. Keingintahuan tersebut kadang membawa dampak positif, kadang juga membawa dampak negatif hal ini tergantung pada siapa atau kemana pemuda tersebut mencari informasinya. Kadang, para pemuda menmukan jalan yang salah apabila sumber informasi yang mereka mengarahkannya kepada hal yang negatif. Contohnya, pemuda yang ingin tahu bagaimana rasanya merokok, jika bertanya pada teman/kerabatnya yang merokok, pasti akan disuruh mencobanya. Tetapi, jika ia menanyakan kepada orang tua ataupun orang yang ahli di bidang kesehatan, hal tersebut pasti akan dijawab tuntas tanpa perlu merasakan rokoknya.
Jadi kesimpulannya, keingintahuan pemuda membuat mereka bersosialisasi, baik menuju ke arah yang positif ataupun negatif.
Individu, Keluarga dan Masyarakat
Individu berasal dari kata latin individuum yang artinya tidak terbagi. Individu menekankan penyelidikan kepada kenyataan-kenyataan hidup yang istimewa dan seberapa mempengaruhi kehidupan manusia (Abu Ahmadi, 1991: 23). Individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tidak dapat dibagi, melainkan sebagi kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perseorangan. Individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan sosialnya,melainkan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Terdapat tiga aspek yang melekat sebagai persepsi terhadap individu, yaitu aspek organik jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek-sosial yang bila terjadi kegoncangan pada suatu aspek akan membawa akibat pada aspek yang lainnya. Individu dalam tingkah laku menurut pola pribadinya ada 3 kemungkinan: pertama menyimpang dari norma kolektif kehilangan individualitasnya, kedua takluk terhadap kolektif, dan ketiga memengaruhi masyarakat (Hartomo, 2004: 64).
Keluarga adalah sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang tidak terbatas pada orang-orang yang mempunyai hubungan darah saja, atau seseorang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang mengurus keperluan hidupnya sendiri.
Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu. Keluarga inti ”nuclear family” terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka.
Dalam bahasa inggris, masyarakat disebut society. Asal kata socius yang berarti kawan. Adapun kata masyarakat berasal dari bahasa arab yang berarti berkumpul dan bekerja sama. Adanya saling berkumpul dan bekerjasama ini karena adanya bentuk-bentuk aturan hidup yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan, melainkan oleh kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan. Dengan menggunakan pikiran, naluri, perasaan, keinginan dsb manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi sosial dihasilkan oleh hubungan dalm suatu masyarakat.
Ketiga elemen ini cukup berkaitan di dalam kehidupan. Individu sangat erat dengan Keluarga dan pada lingkup yang lebih luas lagi akan berkaitan dengan Masyarakat.
Sebagai contoh, seorang anak yang berprestasi pasti akan dibanggakan orang tuanya. Dan pasti, orang tuanya akan memamerkan prestasi anaknya kepada tetangga atau kerabat terdekatnya. Contoh tersebut hanyalah sebuah contoh kecil dari kaitan erat antara Individu, Keluarga dan Masyarakat.
Keluarga adalah sekelompok orang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang tinggal bersama dan makan dari satu dapur yang tidak terbatas pada orang-orang yang mempunyai hubungan darah saja, atau seseorang yang mendiami sebagian atau seluruh bangunan yang mengurus keperluan hidupnya sendiri.
Keluarga berasal dari bahasa Sansekerta: kula dan warga “kulawarga” yang berarti “anggota” “kelompok kerabat”. Keluarga adalah lingkungan di mana beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah, bersatu. Keluarga inti ”nuclear family” terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak mereka.
Dalam bahasa inggris, masyarakat disebut society. Asal kata socius yang berarti kawan. Adapun kata masyarakat berasal dari bahasa arab yang berarti berkumpul dan bekerja sama. Adanya saling berkumpul dan bekerjasama ini karena adanya bentuk-bentuk aturan hidup yang bukan disebabkan oleh manusia sebagai perseorangan, melainkan oleh kekuatan lain dalam lingkungan sosial yang merupakan kesatuan. Dengan menggunakan pikiran, naluri, perasaan, keinginan dsb manusia memberi reaksi dan melakukan interaksi dengan lingkungannya. Pola interaksi sosial dihasilkan oleh hubungan dalm suatu masyarakat.
Ketiga elemen ini cukup berkaitan di dalam kehidupan. Individu sangat erat dengan Keluarga dan pada lingkup yang lebih luas lagi akan berkaitan dengan Masyarakat.
Sebagai contoh, seorang anak yang berprestasi pasti akan dibanggakan orang tuanya. Dan pasti, orang tuanya akan memamerkan prestasi anaknya kepada tetangga atau kerabat terdekatnya. Contoh tersebut hanyalah sebuah contoh kecil dari kaitan erat antara Individu, Keluarga dan Masyarakat.
Monday, November 19, 2012
Warga Negara dan Negara
Warga negara mempunyai keterkaitan yang cukup erat dengan negara yang ditempatinya. Hal ini dikarenakan warga negara juga memiliki tanggung jawab serta hak kepada negara tersebut dan sebaliknya Hak warga negara untuk mendapat fasilitas pendidikan, kesehatan, dan hak dasar warga negara lain harus dipenuhi oleh negara. Timbal balik yang diberikan warga negara kepada negara merupakan suatu kewajiban. Seperti membayar pajak, membela negara dan menjalankan aturan-aturan yang berlaku di negara tersebut
Namun sepertinya, di Indonesia, hak-hak yang harusnya diberikan negara kepada warganya belum terpenuhi seluruhnya. Khususnya dalam memenuhi fasilitas seperti pendidikan dan kesehatan. Masyarakat miskin cukup sulit untuk mendapat fasilitas pendidikan dan kesehatan. Di samping faktor ekonomi yang menghalangi mereka, pemerintah juga belum memberi suatu langkah yang konkret dalam melaksanakannya. Hal ini dikarenakan ada beberapa tindakan kriminal seperti KKN pada tiap oknum yang terlibat dalam proses peemenuhan hak itu. Sehingga, sebagian masyarakat Indonesia sudah kehilangan kepercayaan pada pemerintah dan pemimpin negara. Akibatnya, kewajiban yang harusnya dilakukan oleh seorang warga negara tidak terpenuhi. Dampak yang lebih besar, negara yang mengalami hal seperti itu akan memiliki kendala dan hambatan yang besar untuk berkembang lebih jauh lagi.
Namun sepertinya, di Indonesia, hak-hak yang harusnya diberikan negara kepada warganya belum terpenuhi seluruhnya. Khususnya dalam memenuhi fasilitas seperti pendidikan dan kesehatan. Masyarakat miskin cukup sulit untuk mendapat fasilitas pendidikan dan kesehatan. Di samping faktor ekonomi yang menghalangi mereka, pemerintah juga belum memberi suatu langkah yang konkret dalam melaksanakannya. Hal ini dikarenakan ada beberapa tindakan kriminal seperti KKN pada tiap oknum yang terlibat dalam proses peemenuhan hak itu. Sehingga, sebagian masyarakat Indonesia sudah kehilangan kepercayaan pada pemerintah dan pemimpin negara. Akibatnya, kewajiban yang harusnya dilakukan oleh seorang warga negara tidak terpenuhi. Dampak yang lebih besar, negara yang mengalami hal seperti itu akan memiliki kendala dan hambatan yang besar untuk berkembang lebih jauh lagi.
Friday, October 26, 2012
Manusia dan Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhar yang artinya menahan atau menangung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat berbentuk lahir atau batin, keduanya termasuk penderitaan ialah keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan dan lain-lain.
Dari pengertian diatas, kita bisa melihat bahwa manusia tidak selalu senang dan bahagia. Manusia juga pasti memiliki masalah hidup ataupun hal-hal yang tidak diinginkan, hal itulah yang biasa kita sebut dengan penderitaan.
Manusia harus berjuang dan optimis untuk melewati cobaan atau penderitaannya itu. Seseorang yang tidak mampu dan tidak kuat fisik serta mental untuk melawannya dapat mengalami kekalutan mental atau biasa kita sebut gangguan kejiwaan. Manusia yang mengalami kekalutan mental cenderung putus asa dan merasa tidak berguna lagi untuk hidup dan ingin mengakhiri hidupnya. Rasa putus asa itulah yang harus kita hindari untuk menjalani hidup.
Saya mempunyai beberapa tips untuk orang-orang yang sedang menjalani penderitaan atau beban hidup yang cukup berat:
Dari pengertian diatas, kita bisa melihat bahwa manusia tidak selalu senang dan bahagia. Manusia juga pasti memiliki masalah hidup ataupun hal-hal yang tidak diinginkan, hal itulah yang biasa kita sebut dengan penderitaan.
Manusia harus berjuang dan optimis untuk melewati cobaan atau penderitaannya itu. Seseorang yang tidak mampu dan tidak kuat fisik serta mental untuk melawannya dapat mengalami kekalutan mental atau biasa kita sebut gangguan kejiwaan. Manusia yang mengalami kekalutan mental cenderung putus asa dan merasa tidak berguna lagi untuk hidup dan ingin mengakhiri hidupnya. Rasa putus asa itulah yang harus kita hindari untuk menjalani hidup.
Saya mempunyai beberapa tips untuk orang-orang yang sedang menjalani penderitaan atau beban hidup yang cukup berat:
- Yang paling pertama adalah mencoba berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk meminta jalan keluar yang terbaik untuk masalah yang dihadapi
- Senantiasa optimis untuk dapat melewati masa-masa sulit itu
- Sharinglah masalah yang menurut kita sudah cukup berat pada orang-orang terdekat. Hal ini cukup penting, karena pemikiran setiap orang berbeda-beda. Dengan sharing, mungkin kita dapat memecahkan masalah berat kita dengan alternatif pemikiran orang terdekat kita.
Jadi kesimpulannya, setiap manusia pasti akan melewati masa-masa sulit di dalam hidupnya. Untuk itu, kita harus senantiasa dekat dengan Tuhan dan tetap optimis untuk melewatinya karena Tuhan tidak akan memberi penderitaan yang tidak mampu dilewati oleh umat-Nya.
Manusia dan Keindahan
Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.
Dari pengertian keindahan diatas, telah jelas bahwa keindahan dan manusia berkaitan. Manusia tidak bisa lepas dari yang namanya keindahan. Dari 2 gender yang dimiliki manusia, perempuan memiliki keindahan berupa kecantikan. Sedangkan laki-laki mempunyai keindahan berupa ketampanan. Kecantikan dan ketampanan memang dimiliki setiap manusia. Tetapi, hal tersebut bersifat relatif. Tergantung dari mata siapa keindahan tersebut dilihat.
Menurut saya, keindahan pada manusia itu terbagi atas 2, keindahan dari dalam (inner beauty) dan keindahan dari luar (ekstern beauty). Yang dimaksud dari inner beauty adalah keindahan yang dimiliki seseorang dari hatinya. Misalkan seperti kebaikan hati, dermawan, suka menolong dan sifat-sifat baik yang muncul dari dalam hati. Sedangkan untuk ekstern beauty, merupakan kebalikannya, yaitu keindahan yang dimiliki seseorang yang nampak pada diri seseorang tersebut. Contohnya seperti kecantikan atau ketampanan yang saya sebutkan di awal.
Dari pengertian keindahan diatas, telah jelas bahwa keindahan dan manusia berkaitan. Manusia tidak bisa lepas dari yang namanya keindahan. Dari 2 gender yang dimiliki manusia, perempuan memiliki keindahan berupa kecantikan. Sedangkan laki-laki mempunyai keindahan berupa ketampanan. Kecantikan dan ketampanan memang dimiliki setiap manusia. Tetapi, hal tersebut bersifat relatif. Tergantung dari mata siapa keindahan tersebut dilihat.
Menurut saya, keindahan pada manusia itu terbagi atas 2, keindahan dari dalam (inner beauty) dan keindahan dari luar (ekstern beauty). Yang dimaksud dari inner beauty adalah keindahan yang dimiliki seseorang dari hatinya. Misalkan seperti kebaikan hati, dermawan, suka menolong dan sifat-sifat baik yang muncul dari dalam hati. Sedangkan untuk ekstern beauty, merupakan kebalikannya, yaitu keindahan yang dimiliki seseorang yang nampak pada diri seseorang tersebut. Contohnya seperti kecantikan atau ketampanan yang saya sebutkan di awal.
Jadi, bisa kita simpulkan. Manusia dan keindahan sangat berkaitan, manusia pasti memiliki 2 jenis keindahan yang saya sebutkan diatas, tetapi hal tersebut tetaplah relatif, tergantung dari pendapat dan cara penilaian orang lain pada seseorang tersebut.
Sumber:
www.riehadi.blogspot.com
Thursday, October 25, 2012
Manusia dan Cinta Kasih
Definisi Cinta menurut W. J. S. Poerwadarminta adalah rasa sangat suka (kepada) atau (rasa) sayang (kepada), ataupun (rasa) sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan definisi kasih menurut beliau adalah perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasihan. Jadi kalau disimpulkan cinta kasih adalah perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Setiap manusia pasti memiliki rasa cinta dan kasih terhadap manusia lain ataupun hal lain. Keterkaitan antara manusia dan cinta kasih tidak dapat dipisahkan. Hal itu dikarenakan rasa cinta dan kasih merupakan hal yang manusiawi dan tidak dapat dihindari oleh setiap manusia yang ada di bumi.
Keterkaitan tersebut akan semakin luas jika seorang manusia tersebut mempunyai cinta kasih ke manusia lainnya dalam jangka waktu yang cukup panjang. Karena antar manusia tersebut akan menjadi lebih dekat dan akrab.
Jadi kesimpulannya, Manusia dan cinta kasih tidak dapat dihindari. Setiap manusia pasti memiliki rasa cinta terhadap sesuatu, apapun bentuknya.
Sumber:
Setiap manusia pasti memiliki rasa cinta dan kasih terhadap manusia lain ataupun hal lain. Keterkaitan antara manusia dan cinta kasih tidak dapat dipisahkan. Hal itu dikarenakan rasa cinta dan kasih merupakan hal yang manusiawi dan tidak dapat dihindari oleh setiap manusia yang ada di bumi.
Keterkaitan tersebut akan semakin luas jika seorang manusia tersebut mempunyai cinta kasih ke manusia lainnya dalam jangka waktu yang cukup panjang. Karena antar manusia tersebut akan menjadi lebih dekat dan akrab.
Jadi kesimpulannya, Manusia dan cinta kasih tidak dapat dihindari. Setiap manusia pasti memiliki rasa cinta terhadap sesuatu, apapun bentuknya.
Sumber:
www.riehadi.blogspot.com
Konsepsi IBD dalam Kesusastraan
IBD dinamakan Basic Humanities,berasal dari bahasa inggris The Humanities,dan bahasa latin Humanus yang berarti manusia,berbudaya,dan halus. Maka dengan mempelajari The Humanities orang akan menjadi lebih manusiawi,berbudaya dan halus.
Sedangkan, Sastra (Sansekerta: , shastra) merupakan kata serapan dari Bahasa Sansekerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam Bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.
Keduanya memiliki keterkaitan satu sama lain. Budaya dasar sangat berpengaruh terhadap suatu karya sastra. Contohnya yang paling sederhana adalah penerapan kata atau diksi yang diterapkan Sastrawan pada prosa/puisi yang mereka buat. Diksi dan rima yang diterapkan Sastrawan yang beda ideologi dan kebudayaan akan menimbulkan perbedaan yang cukup mencolok pada setiap karyanya.
Misalkan saja saya ambil contoh karya sastra prosa lama seperti pantun dan gurindam, keduanya lebih menekankan bahasa pada bahasa Melayu karena berasal dari Sumatra Barat. Sedangkan untuk puisi, lebih bersifat universal dan tidak berasal dari daerah manapun sehingga sastrawan memiliki kebebasan lebih untuk berekspresi.
Dari sini dapat saya simpulkan, perbedaan yang terdapat pada suatu karya sastra tidak hanya dari perbedaan sifat dan ideologi sastrawan tetapi juga berpengaruh dari budaya dasar tempat tinggal sekitar atau daerah asal sastrawan itu sendiri
sumber:
www.riehadi.blogspot.com
Sedangkan, Sastra (Sansekerta: , shastra) merupakan kata serapan dari Bahasa Sansekerta śāstra, yang berarti "teks yang mengandung instruksi" atau "pedoman", dari kata dasar śās- yang berarti "instruksi" atau "ajaran". Dalam Bahasa Indonesia kata ini biasa digunakan untuk merujuk kepada "kesusastraan" atau sebuah jenis tulisan yang memiliki arti atau keindahan tertentu.
Keduanya memiliki keterkaitan satu sama lain. Budaya dasar sangat berpengaruh terhadap suatu karya sastra. Contohnya yang paling sederhana adalah penerapan kata atau diksi yang diterapkan Sastrawan pada prosa/puisi yang mereka buat. Diksi dan rima yang diterapkan Sastrawan yang beda ideologi dan kebudayaan akan menimbulkan perbedaan yang cukup mencolok pada setiap karyanya.
Misalkan saja saya ambil contoh karya sastra prosa lama seperti pantun dan gurindam, keduanya lebih menekankan bahasa pada bahasa Melayu karena berasal dari Sumatra Barat. Sedangkan untuk puisi, lebih bersifat universal dan tidak berasal dari daerah manapun sehingga sastrawan memiliki kebebasan lebih untuk berekspresi.
Dari sini dapat saya simpulkan, perbedaan yang terdapat pada suatu karya sastra tidak hanya dari perbedaan sifat dan ideologi sastrawan tetapi juga berpengaruh dari budaya dasar tempat tinggal sekitar atau daerah asal sastrawan itu sendiri
sumber:
www.riehadi.blogspot.com
Subscribe to:
Posts (Atom)